Perubahan sistem akademik di perguruan tinggi kerap kali menghadapi berbagai dinamika persoalan. Hal tersebut juga dialami Universitas Langlangbuana (UNLA) yang melakukan peralihan sistem akademik dari SIAK ke SEVIMA. Perubahan ini menimbulkan berbagai respons, baik dari pihak kampus maupun mahasiswa. Peralihan dari SIAK ke SEVIMA dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan akan pengelolaan data akademik yang lebih valid, terutama data yang berkaitan dengan pelaporan ke Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti).
Wakil Dekan 1 FEB, Ibu Ella Sulastri, menjelaskan bahwa sistem SIAK sebelumnya beberapa kali mengalami perbaikan, namun masih ditemukan ketidaksesuaian data saat dilakukan penarikan ke sistem pusat. Kondisi tersebut dapat berdampak pada status mahasiswa yang dinyatakan not eligible dan berpengaruh terhadap penerbitan Penomoran Ijazah Nasional (PIN) saat wisuda.
“Hal itu sangat berdampak sekali dan ada kemungkinan terjadinya ketidak-eligible-an mahasiswa biasanya. Kalau mahasiswa di data itu tidak eligible, di saat mahasiswa itu akan wisuda, tidak bisa mendapatkan PIN, nomor induk nasional, berkaitan dengan ijazah. Sepanjang mahasiswa itu belum punya PIN, maka dia tidak bisa diajukan untuk sidang dan wisuda juga, ” ujarnya.
Selain mempertimbangkan keamanan dan validitas data mahasiswa, SEVIMA dipilih karena memiliki fitur yang mendukung kebutuhan akreditas perguruan tinggi, termasuk dalam pemantauan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL). Operator FISIP, Saipul, menambahkan bahwa SEVIMA menawarkan fitur yang lebih modern dan aman dibandingkan dengan SIAK.
“Kelebihannya Sevima fiturnya lebih modern, mudah. Salah satu contoh seperti Sevima menyediakan berbagai layanan digital seperti KRS online, persetujuan dosen, mobile, sehingga proses akademik menjadi lebih efisien,”jelasnya.
Di sisi lain, perubahan sistem tersebut menghadirkan tantangan tersendiri bagi mahasiswa. Proses login yang dinilai lebih rumit menjadi salah satu keluhan utama pada fase awal penggunaan SEVIMA. Karina Nurlatifa, mahasiswa Program Studi Manajemen FEB, mengaku sempat merasa kebingungan saat pertama kali mencoba mengakses SEVIMA.
“Awalnya lumayan bikin bingung dan canggung sih, karena kan tampilannya baru dan beda dari sebelumnya. Terus pas login-nya juga benar-benar ngerasa bingung, soalnya lebih ribet dari sebelumnya” ujarnya. Ia juga menilai bahwa sosialisasi yang dilakukan secara daring belum sepenuhnya membantu dirinya memahami penggunaan SEVIMA.
Hal serupa disampaikan seorang mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP yang menyoroti proses login akun. Menurutnya, pengguna harus kembali melakukan verifikasi email setiap kali hendak masuk ke laman SEVIMA, berbeda dengan SIAK yang dinilai lebih praktis.
“Sebenernya SEVIMA tuh enak banget buat dipakenya cuman buat yang pemula atau baru pertama kali pasti agak kesusahan soalnya kita gak dikasih tau password-nya apa jadi harus nyari-nyari sendiri gitu,” jelasnya.
Menanggapi keluhan mahasiswa terkait kendala sistem dan ketidakkonsistenan data nilai, pihak kampus menegaskan bahwa kondisi tersebut merupakan bagian dari proses adaptasi selama masa transisi. Ibu Ella menjelaskan, perbedaan nilai terjadi karena data perbaikan nilai lama dari Neo Feeder belum sepenuhnya tersinkronisasi dengan sistem terbaru. Pihak fakultas terus melakukan cross-check dan penyesuaian secara manual untuk memastikan data nilai mahasiswa sesuai.
“Hal ini sangat wajar dalam adaptasi dengan sistem baru.Jangankan mahasiswa kami pun sebagai dosen masih perlu didampingi oleh operator dalam penggunaannya.Tapi khususnya di FEB, sekitar 80% pengguna sudah mulai nyaman menggunakan SEVIMA,” tambah Ibu Ella.
Untuk meningkatkan kenyamanan pengguna, pihak kampus telah melakukan berbagai upaya. Pak Saipul menyebutkan bahwa UNLA menyediakan panduan penggunaan, mengoptimalkan layanan helpdesk, serta rutin berkoordinasi dengan tim teknis SEVIMA untuk melakukan evaluasi. Meskipun masih menghadapi berbagai kendala, pihak kampus berharap SEVIMA dapat segera berjalan optimal sehingga pelayanan akademik di UNLA menjadi lebih cepat, aman, dan efisien.
Penulis dan Desain: M. Fahri, Tesa
Reporter: Zenab, Rizki
===================
Narahubung,
Humas LPM Momentum: +62 838-2969-2213 (Naufal)
Website: persmomentum.com
YouTube: LPM Momentum
Instagram: @lpm.momentum.unla