Wujud Nyata Toleransi Antarumat Beragama di Lingkungan Kampus

Author : Master Admin in Info Kampus

Keberagaman agama, suku, dan budaya merupakan realitas yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan mahasiswa di lingkungan kampus. Universitas Langlangbuana, sebagai institusi pendidikan tinggi, menjadi ruang pertemuan bagi mahasiswa dengan latar belakang yang beragam. Oleh karena itu, sikap toleransi antarumat beragama menjadi aspek penting untuk menciptakan suasana kampus yang aman, nyaman, dan harmonis, khususnya pada bulan Desember yang bertepatan dengan perayaan natal.

Salah satu mahasiswa yang merayakan hari natal, Andi Leo Kristian Abeahan dari Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), menilai bahwa suasana toleransi beragama di lingkungan kampus tergolong sangat baik.

“Menurut saya sejauh ini sangatlah aman dan mempunyai toleransi yang sangat tinggi dan juga menghargai keberagaman agama, karena di setiap kampus itu kan mempunyai kepercayaannya masing masing ya ada Muslim, Kristen, Hindu dan lain-lainnya juga,” ujarnya.

Ia menambahkan, sikap toleransi dirasakannya langsung saat perayaan Natal. Menurutnya, dukungan dari teman-teman yang berbeda keyakinan bentuk nyata toleransi di lingkungan kampus.

“Contohnya saya dan rekan-rekan saya pernah mengadakan acara Natal juga di organisasi kami dan teman-teman saya yang ada di kelas juga sangat mendukung dengan acara Natal kami, bahkan teman yang di kelas juga hadir dan disini juga saya sangat bersyukur kembali lagi yang saya bilang ternyata teman - teman saya juga mendukung acara Natal kami, itu juga sebagai bentuk yang namanya toleransi,” ungkapnya .

Menanggapi pertanyaan mengenai adanya sikap kurang toleran dari teman yang berbeda keyakinan, Andi menyebutkan sejauh ini tidak ada sikap intoleransi yang ia rasakan di lingkungan kampus. 

“Sejauh ini ga ada ya teh, saya juga mengakui aman-aman saja nggak ada juga yang namanya sikap intoleran disini karena yang saya lihat saya pandang juga, orang-orang baik di lingkungan pertemanan yang baik di lingkungan kampus itu tidak ada yang namanya intoleran semuanya juga sangat tinggi toleransi nya. Dan kami juga sangat menghargai umat-umat yang mayoritas dan mereka juga menghargai kami,” tuturnya.

Ia menilai tingkat toleransi di kampus sangat tinggi. “kalau saya kasih rating, rating nya tuh 9 teh, karena sangat luar biasa  lingkungan kampus ini, saya mengakui luar biasa,” tambahnya.

Sementara itu mahasiswa beragama muslim, Lulu Fauziah dari Program Studi Akuntansi, menilai bahwa toleransi merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan kampus. Ia menegaskan bahwa mahasiswa hidup berdampingan dengan latar belakang suku dan agama yang beragam, sehingga sikap saling menghormati harus senantiasa dijaga. 

“Toleransi penting di kehidupan kampus, karena kita tahu bahwa mahasiswa itu berdampingan mulai dari yang berbeda  suku dan agama, jadi kita harus bisa mentoleransi antar suku dan agama,” tuturnya.

Lulu juga menambahkan, kunci agar perbedaan tidak menjadi masalah yaitu dengan menyadari bahwa di kampus tidak hanya terdapat satu agama, sehingga setiap mahasiswa perlu saling menghargai dan menghormati perbedaan yang ada.

Dengan adanya sikap saling menghargai antarumat beragama, lingkungan kampus dapat menjadi ruang yang aman, nyaman, dan harmonis bagi seluruh civitas akademika. Toleransi yang terjalin di kalangan mahasiswa diharapkan tidak hanya mencerminkan kedewasaan dalam menyikapi perbedaan, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam membangun kehidupan kampus yang inklusif dan saling menghormati. Sikap ini diharapkan dapat terus terjaga dan berkembang, tidak hanya pada momen perayaan hari besar keagamaan, tetapi juga dalam aktivitas akademik maupun sosial sehari-hari, sebagai wujud nyata persatuan dalam keberagaman

Reporter : Nazla, Adi
Penulis : Hesti 
Design : Fathir

==========
Narahubung, 
Humas LPM Momentum : +62 813-2531-8268 (Safira)
Website : persmomentum.com
YouTube : LPM Momentum 
Instagram : @lpm.momentum.unla

Kembali