Dialog Reward: Kisah Perjuangan Menjemput Prestasi

Author : Master Admin in Info Kampus

Info Kampus

Perjalanan prestasi tidak pernah hadir tanpa proses panjang, dan itulah yang dirasakan oleh Muhamad Taofik Soleh mahasiswa Fakultas Teknik yang berhasil meraih juara cabang olahraga judo. Ketika diumumkan berhasil meraih juara, ia mengaku perasaannya campur aduk, bahagia, lega, sekaligus bersyukur.

“Rasanya semua usaha dan latihan keras yang saya lakukan akhirnya terbayar,” ujarnya. Bagi Taofik, kemenangan ini menjadi titik penting bahwa setiap langkah dan pengorbanan selama latihan bukanlah sesuatu yang sia-sia.

Setelah menggambarkan rasa bahagianya, Taofik kemudian bercerita bahwa perjalanan menuju kompetisi tidaklah mudah. Ia menyebut bahwa tantangan terberat justru ada pada masa persiapan. Setelah vakum lebih dari 2 tahun, ia harus memulai kembali dari awal. Ia mengatakan bagaimana asam lambung yang sering kambuh sampai membuatnya muntah saat latihan, memaksanya menyesuaikan diri perlahan. Tantangan ini tidak hanya menguji fisik, tetapi juga mental. Melalui proses itu, ia menyadari bahwa keberhasilan sesungguhnya lahir dari kemauan untuk bangkit, meski harus berjalan ulang dari titik nol.

Kembali aktif sebagai atlet di tengah statusnya sebagai mahasiswa juga menjadi ujian tersendiri. Namun, Taofik merasa cukup terbantu dengan jadwal kuliah yang berada di kelas sore. Ia mengatakan, “Pagi saya bisa fokus latihan, terus sorenya sampai malam masuk kuliah.” Dengan jadwal seperti itu, ia bisa menyeimbangkan dua dunia yang sama-sama menuntut komitmen besar. Pergantian antara peran sebagai mahasiswa dan atlet pun dapat ia jalani tanpa merasa kewalahan.

Dalam proses panjang meraih prestasi ini, Taofik tentu tidak melangkah sendirian. Di luar kampus, sosok pelatih menjadi figur yang paling banyak memberikan dorongan, arahan, dan motivasi selama persiapan menghadapi kompetisi judo tersebut. Ia juga menekankan betapa besar peran orang tua dan pasangan yang selalu hadir memberi kekuatan mental.

Meski kompetisi yang ia ikuti berasal dari luar kampus, Taofik merasakan bahwa lingkungan akademik tetap menjadi bagian penting dalam perjalanannya. Menurutnya, para dosen Universitas Langlangbuana sering memberikan toleransi, pemahaman, dan doa ketika ia harus menyesuaikan jadwal kuliah dengan latihan intensif 

Dukungan yang besar itu membuat penghargaan yang diterima Taofik terasa jauh lebih bermakna. Ia menjelaskan bahwa penghargaan ini adalah bukti dari proses panjang latihan selama tujuh hingga delapan bulan. Latihan tersebut bukan hanya membentuk kekuatan fisiknya, tetapi juga memberi dampak signifikan pada perkembangan akademik dan non akademiknya. Penghargaan ini menjadi simbol perjalanan, bukan sekadar hasil akhir.

Setelah meraih kejuaraan, Taofik tidak ingin berhenti di titik ini. Ia menyebut bahwa tahun depan sudah ada kompetisi lain yang sedang ia incar. Ia bertekad untuk lebih disiplin dan meningkatkan porsi latihan. Baginya, disiplin bukan hanya tentang hadir di lapangan, tetapi juga tentang komitmen terhadap diri sendiri untuk terus berkembang.

Saat ditanya mengenai strategi agar tetap konsisten, Taofik langsung menyebut orang tua sebagai sumber motivasi terdalam. Ia berkata bahwa mereka adalah alasan utama ia tidak menyerah, karena dukungan dan pengorbanan orang tua membentuk tekadnya untuk terus berusaha. Kutipan itu menggambarkan bahwa prestasinya bukan hanya tentang dirinya, tetapi juga tentang membalas cinta dan support dari orang-orang terdekat.

Prestasi yang ia raih pun memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitarnya. Baik keluarga maupun warga kampus memberikan banyak ucapan selamat. Menurut Taofik, dukungan tersebut membuatnya semakin semangat untuk mempertahankan dan meningkatkan prestasi. Perubahan ini menunjukkan bagaimana sebuah pencapaian mampu menginspirasi banyak orang.

Taofik memberikan pesan untuk mahasiswa lain yang ingin mencapai prestasi serupa. Ia menekankan bahwa keberanian untuk memulai dan konsistensi adalah hal paling penting. “Prestasi tidak datang dalam waktu semalam,” ujarnya, sambil menjelaskan bahwa ia sendiri membutuhkan tujuh sampai delapan bulan untuk berada di posisinya saat ini. Ia mengingatkan bahwa musuh terbesar setiap orang adalah dirinya sendiri, sehingga melawan rasa malas, ragu, dan takut harus menjadi langkah pertama menuju keberhasilan.

Reporter: Najwa, Okeu
Penulis: Nazwa
Desain: Tuti

==========
Narahubung, 
Humas LPM Momentum : +62 813-2531-8268 (Safira)
Website : persmomentum.com
YouTube : LPM Momentum 
Instagram : @lpm.momentum.unla

Kembali ke Berita