Telah hadir di lingkungan kampus Universitas Langlangbuana koperasi karyawan yang menyediakan berbagai kebutuhan bagi karyawan dan mahasiswa. Petugas koperasi karyawan, Najla menjelaskan bahwa tujuan utama keberadaan fasilitas ini adalah untuk mempermudah karyawan UNLA dan mahasiswa dalam membeli kebutuhan pokok, seperti sembako dan keperluan sehari-hari.
Di tengah persepsi bahwasanya koperasi ini secara operasional diperuntukkan bagi pegawai kampus saja, Najla selaku karyawan koperasi menegaskan bahwa tidak ada perbedaan ketentuan maupun layanan antar karyawan dan mahasiswa. Mahasiswa reguler juga dapat mengakses dan berbelanja di koperasi . “Saat ini di sini baru ada sembako, terus ada banyak minuman, makanan ringan, kopi, ada es krim juga. Terus suka ada dosen yang nitipin jualannya juga kayak bolu, kadang roti, kadang besoknya juga yogurt,” ungkapnya.
Meskipun koperasi ini terbuka untuk mahasiswa, yang mengetahui mengenai akses tersebut masih bervariasi. Najla mengaku bahwa banyak mahasiswa yang sudah mengetahui keberadaan koperasi, namun belum semua karena sebagian masih dalam masa libur semester.
“Sejauh ini sih udah banyak yang tahu, tapi belum semuanya karena kan mahasiswa nya masih libur,” jelasnya.
Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan masih adanya tantangan dari sudut pandang mahasiswa. Destiani Putri, mahasiswa Ilmu Pemerintahan, mengungkapkan bahwa pengetahuan mahasiswa mengenai operasional dan keterbukaan koperasi ini masih terbatas. Meskipun sebagian mahasiswa telah mengetahui koperasi ini melalui banner yang terdapat di lokasi, identitas nama “Koperasi Karyawan” serta jenis barang yang dipajang memunculkan asumsi bahwa tempat tersebut diperuntukkan khusus bagi pegawai saja.
Desti menilai bahwa berdasarkan promosi yang ada, koperasi memang terlihat dikhususkan untuk karyawan. Namun, dari segi produk yang ditawarkan, ia menilai bahwa mahasiswa juga dapat memanfaatkannya.
“Kalo lihat dari promosinya itu tuh berarti koperasinya dikhususkan untuk karyawan tapi kalo misal dilihat dari apa yang dijual apa yang disediakan memang untuk diperuntukan untuk karyawan bukan mahasiswa,” ungkapnya. Meskipun demikian, ia mengakui bahwa secara praktis, mahasiswa sepertinya tetap bisa mengakses koperasi. “Kayanya sih bisa ya buat mahasiswa tapi kalau untuk lebih jelasnya saya kurang tau,” tambahnya.
Untuk ke depannya, karyawan mempunyai harapan agar koperasi dapat menyediakan lebih banyak variasi produk agar isi koperasi semakin lengkap. “Semoga kedepannya barang-barangnya lebih banyak, lebih macam-macam, jadi isi koperasinya bisa penuh,” harapannya.
Untuk mengoptimalkan semua ini, pihak kampus dan pengelola dapat menyampaikan informasi teknis secara keseluruhan melalui media sosial maupun secara fisik langsung di mading. Kejelasan mengenai katalog barang yang disediakan untuk kebutuhan mahasiswa yang relevan, kesesuaian harga, hingga jam operasional koperasi menjadi poin penting yang dapat disampaikan dengan baik.
Kehadiran koperasi ini meskipun dalam tahap pengembangan, telah menunjukan potensi yang sangat bagus untuk menunjang kesejahteraan karyawan maupun mahasiswa. Dengan adanya berbagai produk yang tersedia , koperasi ini diharapkan dapat terus berkembang dan memenuhi kebutuhan sivitas akademik UNLA.
Penulis dan Desain: Tesa, Noval
Reporter: Nazla, Desty
Editor: Keredaksian
==============
Narahubung,
Humas LPM Momentum: +62 838-2969-2213 (Naufal)
Website: persmomentum.com
YouTube: LPM Momentum
Instagram: @lpm.momentum.unla